Naufal, Si Penemu Listrik Dari Pohon Kedondong

Siapa yang tidak kenal dengan anak hebat satu ini. Namanya Naufal Raziq. Tinggi badannya sekitar 150 centimeter (cm), suaranya masih belum berat, umurnya 15 tahun. Hobinya membaca buku. Idolanya adalah BJ Habibie dan Thomas Alfa Edison. Sejak 2 tahun lalu alias saat umurnya masih 13 tahun, Naufal sudah berhasil membuat listrik dari pohon kedondong.

Kedatangannya di both Pertamina dalam event The 41 IPA Convention & Exhibition 2017 pada Kamis, (18/5) siang, sontak membuat pengunjung di dalam JCC langsung mendatangi Naufal yang masih duduk di kelas 3 Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Langsa, Aceh.

Meski Naufal masih duduk di bangku MTs (setingkat SMP), ia sudah bisa memberi penjelasan dengan runtut seperti orang dewasa. Ia menuturkan, ide membuat listrik dari pohon kedondong berawal dari pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar.

“Awalnya waktu itu dari pelajaran IPA di sekolah. Dijelaskan sama guru saya bahwa buah-buahan seperti mangga, kentang itu dapat menghasilkan energi listrik dengan cara sederhana,” ucap Naufal.

“Waktu itu saya coba di pohon mangga, namun gagal karena kadar asamnya kurang tinggi, kemudian saya coba di pohon kedondong karena kadar asamnya yang tinggi,” ujarnya.

Perihal biaya, untuk 2 lampu pada satu rumah menghabiskan dana sebesar Rp 1,2 juta yang ke depannya akan difasilitasi oleh PT Pertamina. Selain itu juga, biaya pendidikan Naufal  di tanggung oleh PT Pertamina.

Naufal sendiri diundang dalam acara The 41 IPA Convention & Exhibition 2017 menjadi bagian dari Pertamina untuk berbagi inspirasi kepada para pengunjung untuk dapat menghasilkan sebuah karya yang inovatif dan inspiratif. Diharapkan, akan lahir Naufal lainnya yang mampu mengharumkan nama Indonesia. (RodiasMedia/Dimas)

Advertisements